Tadabbur Surah Al Haj
*KAYA YANG SEBENARNYA*
Setiap hari kita mendapatkan nikmat dari Allah. Tapi tidak semua orang benar-benar _menikmatinya_. Cara menikmatinya adalah dengan berjuang.
*Jangan pernah menunggu kaya kalau mau berbagi. Bagaimana kalau mati sebelum kaya? Orang yang berbagi itulah orang kaya yang sebenarnya.*
Bersyukur adalah hanya melihat Allah yang memberi. Bersyukur membuat semua nikmat Allah menjadi bernilai. Semakin anda berbagi, semakin Allah tambah banyaknya.
Jadi orang kaya bukan kaya duitnya saja. Jadilah orang kaya iman, kaya akhlak, kaya ilmu, kaya kebaikan, kaya manfaat.
Hari-hari berjuang akan menjadi cerita indah. Karena itu tiap hari kita harus selalu bersyukur, jangan mengeluh. Orang yang suka mengeluh, tanda imannya sedang menurun. Supaya hari indah, maka tebarkan salam di antara kalian.
*TADABBUR QS. AL-HAJJ: 34-35*
> *وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ*
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS. 22:34)
*1. Tujuan Ibadah adalah Mengingat Allah.*
Manusia selalu mencari sandaran. Ada yang bersandar kepada makhluk, menghabiskan hidupnya berharap kepada makhluk. Pertanyaannya bukan apakah kita punya Tuhan, tapi kepada siapa kita berharap?
Jangan mengira yang memberi makan itu makhluk. Allah Maha Pemberi Rezeki. Jangan pernah takut tidak dapat makan. Selama nyawa masih ada, rezekimu belum habis.
*2. Ciri Hati yang Hidup.*
*الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ...*
"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka..."
Maksud bergetar adalah ada rasa takut dan rasa harap. Hati yang hidup punya rasa. Coba periksa hati kita, hidup atau mati? Kalau getarannya karena dunia, berarti hati lagi mati. Hati hidup karena sering dzikir mengingat Allah.
*3. Musibah Itu Netral.*
Bersabar terhadap apapun yang menyentuh kita. Musibah tergantung kita yang mendefinisikan, positif atau negatif. Sabar adalah cara untuk mengubah musibah menjadi pahala.
Besar kecilnya masalah tergantung perbandingannya. Kalau kamu bersandar kepada Allah yang Maha Besar, maka semuanya akan kecil.
Seperti kata Ibnul Qayyim: Orang yang biasa berpikir kecil tidak akan mampu memikirkan yang besar. Orang yang selalu berpikir besar, yang kecil tidak akan menjadi masalah.
*4. Punya Hubungan Selalu Dengan Allah, caranya:*
*a. Mendirikan Shalat.* Rasulullah kalau shalat bisa berjam-jam karena menikmati.
*b. Menginfakkan apa yang direzekikan Allah.* Kenapa berat infak? Karena merasa memiliki. Padahal apa yang kita dapat itu milik Allah. Maka infakkan di jalan-Nya untuk Allah. Karena Allah yang menjadikan segala sesuatu untuk kita.
Semoga kita termasuk _Al-Mukhbitin_, orang-orang yang tunduk dan kaya dengan berbagi.
_Wallahu A'lam_
Setiap hari kita mendapatkan nikmat dari Allah. Tapi tidak semua orang benar-benar _menikmatinya_. Cara menikmatinya adalah dengan berjuang.
*Jangan pernah menunggu kaya kalau mau berbagi. Bagaimana kalau mati sebelum kaya? Orang yang berbagi itulah orang kaya yang sebenarnya.*
Bersyukur adalah hanya melihat Allah yang memberi. Bersyukur membuat semua nikmat Allah menjadi bernilai. Semakin anda berbagi, semakin Allah tambah banyaknya.
Jadi orang kaya bukan kaya duitnya saja. Jadilah orang kaya iman, kaya akhlak, kaya ilmu, kaya kebaikan, kaya manfaat.
Hari-hari berjuang akan menjadi cerita indah. Karena itu tiap hari kita harus selalu bersyukur, jangan mengeluh. Orang yang suka mengeluh, tanda imannya sedang menurun. Supaya hari indah, maka tebarkan salam di antara kalian.
*TADABBUR QS. AL-HAJJ: 34-35*
> *وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۗ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا ۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ*
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS. 22:34)
*1. Tujuan Ibadah adalah Mengingat Allah.*
Manusia selalu mencari sandaran. Ada yang bersandar kepada makhluk, menghabiskan hidupnya berharap kepada makhluk. Pertanyaannya bukan apakah kita punya Tuhan, tapi kepada siapa kita berharap?
Jangan mengira yang memberi makan itu makhluk. Allah Maha Pemberi Rezeki. Jangan pernah takut tidak dapat makan. Selama nyawa masih ada, rezekimu belum habis.
*2. Ciri Hati yang Hidup.*
*الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ...*
"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka..."
Maksud bergetar adalah ada rasa takut dan rasa harap. Hati yang hidup punya rasa. Coba periksa hati kita, hidup atau mati? Kalau getarannya karena dunia, berarti hati lagi mati. Hati hidup karena sering dzikir mengingat Allah.
*3. Musibah Itu Netral.*
Bersabar terhadap apapun yang menyentuh kita. Musibah tergantung kita yang mendefinisikan, positif atau negatif. Sabar adalah cara untuk mengubah musibah menjadi pahala.
Besar kecilnya masalah tergantung perbandingannya. Kalau kamu bersandar kepada Allah yang Maha Besar, maka semuanya akan kecil.
Seperti kata Ibnul Qayyim: Orang yang biasa berpikir kecil tidak akan mampu memikirkan yang besar. Orang yang selalu berpikir besar, yang kecil tidak akan menjadi masalah.
*4. Punya Hubungan Selalu Dengan Allah, caranya:*
*a. Mendirikan Shalat.* Rasulullah kalau shalat bisa berjam-jam karena menikmati.
*b. Menginfakkan apa yang direzekikan Allah.* Kenapa berat infak? Karena merasa memiliki. Padahal apa yang kita dapat itu milik Allah. Maka infakkan di jalan-Nya untuk Allah. Karena Allah yang menjadikan segala sesuatu untuk kita.
Semoga kita termasuk _Al-Mukhbitin_, orang-orang yang tunduk dan kaya dengan berbagi.
_Wallahu A'lam_
Login untuk Suka
(0)
0 suka · 0 komentar